Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat


Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan hadir di Desa Bibrik pada tahun 2009. Berbagai dinamika dan respon masyarakat terhadap program menjadi keniscayaan. Ada warga yang langsung menyambut baik, tetapi sebagian lainnya masih bertanya-tanya mengenai program ini. Hal ini terjadi karena PNPM menitikberatkan terhadap keterlibatan warga miskin, bertumpu kepada pemberdayaan warga dan pengorganisasian masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga miskin.Rasa pesimis warga tidak bisa dimungkiri. Karena, program ini mengutamakan kejujuran, kerelawanan, keihklasan, kepedulian menjadi slogan bagi program. Pertanyaan menarik yang sering muncul di lapangan: bisakah dan mampukah orang-orang yang tidak berpengalaman mengelola program? Bersamaan dengan bergulirnya waktu program PNPM sudah berjalan 6 tahun di Desa Bibrik.

Warga yang terlibat sungguh luar biasa, ini menjadi bukti bahwa PNPM menjadi program andalan yang dinilai menyelesaikan persoalan warga. Program PNPM yang fokus pada kegiatan Tridaya, yaitu kegiatan infrastruktur, kegiatan ekonomi, dan kegiatan sosial yang berkelanjutan. Tiga pendekatan program ini diyakini akan mengurangi angka kemiskinan dan menjadi media dalam mempercepat kesejahteraan warga.
Proses belajar dan pembelajaran oleh masyarakat Desa Bibrik, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun dengan PNPM sudah berjalan sinergis. PNPM memberikan ruang tanpa batas kepada masyarakat miskin untuk ikut terlibat aktif dalam mengelola dan merencanakan kegiatan. Perencanaan partisipatif ini melahirkan ide cemerlang yang disampaikan oleh warga miskin, misalnya kegiatan pelatihan pembuatan pakan ternak di tahun 2013 dan pelatihan pembuatan jamur di tahun 2014.
Usulan kegiatan cerdas ini seirama dengan orientasi dan cita-cita program. Kegiatan yang berorientasi keberlanjutan dan meningkatkan kualitas keterampilan masyarakat dinilai akan mengurangi angka pengangguran dan jumlah orang miskin. Sebagai apresiasi, usulan tersebut diakomodasi dalam Program Perencanaan Jangka Menengah (PJM) Program Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis) tahun 2012-2014 dan tertuang secara normatif dalam Rencana Tahunan (Renta). Kegiatan pelatihan jamur tiram putih didanai oleh Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM sebesar Rp3 juta, dengan swadaya sebesar Rp200.000.
Warga berharap kegiatan berkelanjutan ini bisa meningkatkan kualitas keterampilan warga miskin. Dengan keterampilan itulah warga miskin akan memiliki nilai produktivitas dan pekerjaan sehingga ada tambahan pendapatan. Dengan demikian warga miskin dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Usulan kegiatan jamur tiram putih ini bekerja sama dengan PT. Ajisaka Jamur di Desa Bibrik. Merekalah yang menginspirasi kegiatan sosial jamur tiram bersama Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Makmur Sentosa dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Manalagi. Pelatihan jamur tiram putih ini mudah dalam pembuatannya. “Bahan-bahannya pun tidak terlalu sulit,” kata Yuyun, salah satu anggota LKM Makmur Sentosa. Hal yang sama diungkapkan Yuli Astuti, anggota KSM Manalagi.
Pelatihan jamur tiram putih langsung ditangani oleh KSM Manalagi sebagai panita pelaksanaan kegiatan, dengan para anggotanya Sri Romdhoni (Ketua), Peni Mariati (Bendahara), dan anggota: Yuli Astuti, Shopiatun, Siti Fatimah, Siti Asiyah, Lasinem, Tuliani, Nunuk Rahayu, Yatini, Tamidi, Kasmilah, Susanto. Hasil dari pelatihan pembuatan jamur tiram putih itu dibuat bahan untuk pembuatan, seperti bakso jamur, keripik jamur, sate jamur, sop jamur, tepung jamur, es krim jamur, dan nuget jamur.

Dalam pelatihan jamur tiram putih ini, Indah dari PT. Ajisaka Jamur Desa Bibrik menjadi instruktur. Ia sangat mengapresiasi dan gembira dengan adanya pelatihan yang digagas oleh LKM Makmur Sentosa melalui KSM Manalagi. Kegiatan akan menjadi poin penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga miskin. Pelatihan ini diyakini mampu menjadi geliat ekonomi masyarakat miskin untuk meraih kesejahteraan di masa depan. [Jatim] Dokumentasi lainnya:






Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESTINASI KULINER DESA BIBRIK